PERANAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM PKLH
UNIVERSITAS ACHMAD YANI BANJARMASIN
Ditulis oleh : Ahmad Syabani (NPM :
17862060041)
Guru merupakan sumberdaya utama di sekolah.
Pada jenjang pendidikan apa saja peran guru yang berkualifikasi tinggi sangat
penting. Sikap ilmiah dan kreativitas guru akan mendorong dinamika sekolah
berwawasan lingkungan. Dengan kreativitas dan profesionalisme, guru tidak akan
terpaku dalam rutinitas mengajar, melainkan dinamika dalam pembelajaran. Guru
menggunakan segala sumber belajar, termasuk alam sebagai sumber belajar.
Dinamika dan kreativitas akan memacu guru untuk selalu mencari peluang
membelajarkan materi lingkungan hidup dan kependudukan sehingga terbentuk
sekolah berwawasan lingkungan di tempatnya mengajar (Anonim d 2001:2).
Guru sekolah dasar mempunyai peran yang sangat
penting karena program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH)
diwujudkan dalam proses belajar mengajar. Pendekatan integratif memerlukan
kemampuan dan keterampilan guru untuk mengimplementasikannya dalam kegiatan
belajar mengajar.
Keterampilan yang diperlukan selain pemahaman
terhadap materi pokok menurut Warnadi., Sunarto, dan Muchlidawati (1997: 89-90)
juga menyangkut hal-hal berikut ini.
A. A. Garis - Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) kurikulum yang berlaku dan
kaitannya dengan materi PKLH
B. B. Penyusunan program tahunan sehingga seluruh materi esensial terintegrasi
dalam mata pelajaran yang terkait
C. C. Penyususnan satuan pelajaran yang terpadu, yakni dengan mengintegrasikan
materi PKLH dalam pokok bahasan yang relevan
D D. penyajian PKLH sebagai suatu sikap
dan perilaku yang diresapi oleh anak didik dan bukan semata-mata sebagai
pengetahuan
E. E. Strategi belajar mengajar yang inovatif selaras dengan kebijaksanaan yang
berlaku
F. F. Melakukan evaluasi yang bersifat komprehensif dalam arti tercakup aspek
kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Selain itu Tujuan dari program pendidikan lingkungan hidup ini adalah:
A. Kesadaran, yaitu memberi dorongan kepada setiap individu untuk memperoleh kesadaran dan kepekaan terhadap lingkungan dan masalahnya.
B. Pengetahuan, yaitu membantu setiap individu untuk memperoleh berbagai pengalaman dan pemahaman dasar tentang lingkungan dan masalahnya.
C. Sikap, yaitu membantu setiap individu untuk memperoleh seperangkat nilai dan kemampuan mendapatkan pilihan yang tepat, serta mengembangkan perasaan yang peka terhadap lingkungan dan memberikan motivasi untuk berperan serta secara aktif di dalam peningkatan dan perlindungan lingkungan.
D. Keterampilan, yaitu membantu setiap individu untuk memperoleh keterampilan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah lingkungan.
E. Partisipasi, yaitu memberikan motivasi kepada setiap individu untuk berperan serta secara aktif dalam pemecahan masalah lingkungan.
F. Evaluasi, yaitu mendorong setiap individu agar memiliki kemampuan mengevaluasi pengetahuan lingkungan ditinjau dari segi ekologi, social, ekonomi, politik, dan faktor-faktor pendidikan. (Adisendjaja, 1988).
Berdasarkan tujuan di atas, tersirat bahwa
masalah lingkungan hidup terutama berkaitan dengan manusia, bukan hanya
lingkungan. Oleh karena itu pengelolaan lingkungan hidup intinya atau makna
sebenarnya adalah pengelolaan perilaku makhluk hidup terutama (termasuk) sikap,
kelakuan dan berbagai aspek terjang manusia(Soerjani, 2009:54). Dalam
pengembangan program PLH haruslah ditujukan pada aspek tingkah laku manusia,
terutama interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya dan kemampuan memecahkan
masalah lingkungan. Dengan demikian guru PLH tidak hanya memiliki pemahaman
tentang lingkungan, tetapi juga harus memiliki pemahaman mendasar tentang
manusia. Setiap teori dalam PLH harus merupakan peleburan dari dua kelompok
pengetahuan tersebut. Selanjutnya, tujuan PLH harus sejalan dengan tujuan
pendidikan secara umum. Sangat tidak realistik memikirkan pendidikan manusia dalam
segmen-segmen. Hal penting lainnya adalah membantu manusia merealisasikan
potensinya. Guru PLH khususnya dan bahkan semua guru memiliki peran penting di
dalam menyukseskan program PLH, membangun gaya
hidup dan menanamkan prinsip keberlanjutan dan menerapkan etika lingkungan.
Bagaimana guru PLH mencapai tujuan PLH dan membangun gaya hidup yang selaras
dengan lingkungan? Guru memulai dengan menampilkan permasalahan (belajar
berbasis masalah) lingkungan yang dihadapi dalam dunia kehidupan seharihari di
sekitar siswa kemudian dilanjutkan dengan diskusi aktif untuk mencari akar
permasalahan dan dilanjutkan dengan langkah pemecahan masalah. Langkah
berikutnya adalah menampilkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan etika
lingkungan melalui diskusi aktif di dalam kelas.
Contoh nya seperti, Joseph Cornell, seorang
pendidik alam (nature educator) yang terkenal dengan permainan di alam, sekitar
tahun 1979 mengembangkan konsep belajar beralur (flow learning). Berbagai
kegiatan atau permainan disusun sedemikian rupa untuk menyingkronkan proses
belajar di dalam pikiran, rasa, dan gerak. Ia merancang sedemikian rupa agar
kondisi emosi anak dalam keadaan
sebaik-baiknya pada saat menerima hal-hal yang
penting dalam belajar. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah (Fadli, 2005):
1) Aspek afektif: perasaan nyaman, senang,
bersemangat, kagum, puas, dan bangga;
2) Aspek kognitif: proses pemahanan, dan
menjaga keseimbangan aspek-aspek yang lain;
3) Aspek sosial: perasaan diterima dalam
kelompok;
4) Aspek sensorik dan monotorik: bergerak dan
merasakan melalui indera, melibatkan peserta sebanyak mungkin;
5) Aspek lingkungan: suasanan ruang atau
lingkungan.
Baca Juga :
https://universitasachmadyani-pgsd-angktn2017.blogspot.com/2020/09/implementasi-pklh.html
https://universitasachmadyani-pgsd-angktn2017.blogspot.com/2020/09/pendahuluan-tentang-pklh-dan-konsep.html
Komentar
Posting Komentar